2 Hari yang lalu aku sudah sampai di tempat tinggal Nenekku yaitu tepatnya di Tunggul Payung,Indramayu.Suasana malam itu menurutku sungguh indah,berkumpul dengan keluarga,merasakan indahnya langit yang dipenuhi bintang dan letusan kembang api,sebagai penambah kesempurnaan malam itu.Malam telah berganti pagi,suara Takbir masih berkumandang di seluruh pelosok indramayu,aku bersiap untuk merayakan Hari Kemenangan itu.
Sholat yang dimulai pukul 07.30 itu dilakukan dengan khusyuk.Sesampai dirumah Nenek,kami pun bersalam-selaman seperti adat biasanya.Sanak keluarga dan juga tetangga datang kerumah Nenekku,mungkin karena Nenekku sudah terlalu sepuh jadi mereka yang datang. Kami menyambut mereka dengan senyuman,suasana pagi itu tidak sepanas hari kemarin,begitupun saat seorang tetanggaku tepatnya tetangga sebelah kiri rumah Nenek datang,anak laki-laki yang entah tak aku ketahui namanya membuat suasana menjadi begitu sejuk.Tatapannya pagi itu membuat aku jatuh dalam perasaannya.Namun aku tak menggubris arti tatapannya,mungkin tatapan mengartikan bahwa dia lupa menyalamiku,memang pagi itu aku hanya menyalami kakaknya dan orang tuanya.Hari terus berlanjut hingga siang,hingga sore,dan hingga malam.
Malam itu Tanteku mengajak untuk mencari makan malam,bukan karena dirumah tak ada makanan,namun ini dalam rangka menghabiskan uang THR saja. Setelah beberapa saat mencari tukang bakso disekeliling desa,akhirnya kami menemukan sebuah tukang bakso yang jaraknya cukup jauh dari rumah nenek,dalam keadaan penuh sesak aku melihat sosok lelaki yang menurut hatiku begitu menarik. Saat itu pula aku berharap dia bisa menatap mataku,dan sesaat DIA MENATAP MATAKU.
Malam itu kami saling curi pandang,karena penuhnya tukang bakso malam itu,membuat kami harus mengantre lama dan waktu kita untuk saling curi-curi pandang pun lama. Beberapa saat,lelaki itu yang datang lebih awal dariku harus pulang lebih awal pula dariku,dan saat ia pergi meninggalkan tempat itu ia pun memberikan tatapan yang terakhir.Tatapan malam itu membuatku senang,namun tatapan itu tak seberarti tatapan tetangga nenekku itu.
Esoknya saat bangun tidur aku benazar “Ya Allah,jika aku melihat dia(tetangga nenek) hari ini maka apapun caranya,bagaimana pun rintangannya dia akan tetap menjadi jodoh aku ”
Dari pagi hingga pukul 11.00 aku tak melihat dia,dan aku merasakan bahwa nazarku takkan berhasil,sesaat ketika aku akan kembali kedalam rumah dari arah garasi depan,AKU MELIHAT DIA.
Sholat yang dimulai pukul 07.30 itu dilakukan dengan khusyuk.Sesampai dirumah Nenek,kami pun bersalam-selaman seperti adat biasanya.Sanak keluarga dan juga tetangga datang kerumah Nenekku,mungkin karena Nenekku sudah terlalu sepuh jadi mereka yang datang. Kami menyambut mereka dengan senyuman,suasana pagi itu tidak sepanas hari kemarin,begitupun saat seorang tetanggaku tepatnya tetangga sebelah kiri rumah Nenek datang,anak laki-laki yang entah tak aku ketahui namanya membuat suasana menjadi begitu sejuk.Tatapannya pagi itu membuat aku jatuh dalam perasaannya.Namun aku tak menggubris arti tatapannya,mungkin tatapan mengartikan bahwa dia lupa menyalamiku,memang pagi itu aku hanya menyalami kakaknya dan orang tuanya.Hari terus berlanjut hingga siang,hingga sore,dan hingga malam.
Malam itu Tanteku mengajak untuk mencari makan malam,bukan karena dirumah tak ada makanan,namun ini dalam rangka menghabiskan uang THR saja. Setelah beberapa saat mencari tukang bakso disekeliling desa,akhirnya kami menemukan sebuah tukang bakso yang jaraknya cukup jauh dari rumah nenek,dalam keadaan penuh sesak aku melihat sosok lelaki yang menurut hatiku begitu menarik. Saat itu pula aku berharap dia bisa menatap mataku,dan sesaat DIA MENATAP MATAKU.
Malam itu kami saling curi pandang,karena penuhnya tukang bakso malam itu,membuat kami harus mengantre lama dan waktu kita untuk saling curi-curi pandang pun lama. Beberapa saat,lelaki itu yang datang lebih awal dariku harus pulang lebih awal pula dariku,dan saat ia pergi meninggalkan tempat itu ia pun memberikan tatapan yang terakhir.Tatapan malam itu membuatku senang,namun tatapan itu tak seberarti tatapan tetangga nenekku itu.
Esoknya saat bangun tidur aku benazar “Ya Allah,jika aku melihat dia(tetangga nenek) hari ini maka apapun caranya,bagaimana pun rintangannya dia akan tetap menjadi jodoh aku ”
Dari pagi hingga pukul 11.00 aku tak melihat dia,dan aku merasakan bahwa nazarku takkan berhasil,sesaat ketika aku akan kembali kedalam rumah dari arah garasi depan,AKU MELIHAT DIA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar